Assalamu’alaikum wr.wb.
Hai para aktivis dakwah! Gimana semangatmu sekarang? Masihkah berkobar seperti ketika awal kalian berjuang? Ya semoga itu akan selalu ada di hatimu para pejuang muda.
Ada sedikit pengetahuan nih yang akan ane sharing ke kalian semua, tentunya ini berkaitan dengan judul yang telah ane buat, yaitu tentang “Cinta”. Tentunya kalian pasti sudah tahu apa itu cinta, mungkin kalian juga sudah ada yang pernah merasakan cinta. Atau mungkin diantara kalian ada yang lagi jatuh Cinta nih….??? Cieee… so Sweat… hehe…. TAPI pertanyaannya mau dibawa kemana cinta kalian itu?
Semoga kalian paham, dan bias menjaga komitmen kalian sampai di ujung perjuangan kalian nanti.
Cinta adalah salah satu pesan yang agung, yang Allah sampaikan kepada umat manusia sejak awal penciptaan makhluk-Nya. Dalam salah satu hadits yang diterima dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Ketika Allah menciptakan makhluk-makhluk-Nya di atas Arsy, Dia menulis satu kalimat dalam kitab-Nya, ‘Sesungguhnya cinta kasih-Ku mengalahkan amarah-Ku.” (HR. Muslim)
Ada berjuta deskripsi dan pemahaman orang tentang arti sebuah cinta. Cinta adalah bentuk respon dan ekspresi dari sebuah perasaan. Cinta adalah pengungkapan yang agung, walaupun terkadang dapat menghinakan seseorang hingga titik terendah dalam kehidupan manusia. Cinta dapat menjadi teman dan musuh bagi manusia. Ia juga mampu menjadi tuan dan hamba bagi manusia. Cinta adalah bingkai indah yang menjadi penghias kanvas kehidupan manusia. Namun, adakalanya cinta menjadi teralis yang menjeruji setiap lini hati dan perasaan seorang insan. Cinta adalah perasaan ingin berbagi dan memberi tanpa mengharapkan kompensasi dalam bentuk apa pun. Cinta tak kenal kata kompromi, tak kenal waktu dan tempat. Ia dapat hadir menyertai sebuah kebahagiaan. Namun tak dapat disangkal, ia pun mampu menjegal hadirnya sejuta kebahagiaan.
* ”Bila kurasakan panasnya cinta merasuk dalam kalbuku, segera kupergi ketempat sumber air kaum untuk mendinginkannya. Bila bagian luarku telah sejuk karena dinginnya air, maka tiada lagi rasa panas yang kurasakan dalam tubuhku” (Urwah Bin Azinah)
Tak ada kata yang mampu menghiaskan kata cinta. Cinta adalah rasa yang mampu mengubah dunia. Bahkan, Allah Swt sekalipun menciptakan manusia, dunia, dan seisinya dengan cinta dan melalui cinta. Ia akan terus hadir dan berkembang. Sejak biola dan senar diciptakan, tak henti-hentinya musisi mendendangkan lagu cinta. Tidak ketinggalan, para pujangga pun banyak mengangkat tema cinta dalam karyanya.
“ Karena Cinta, duri menjadi mawar; karena cinta, cuka menjelma anggur segar,
Cinta dan sayang berjalan beriringan. Adanya cinta karena adanya rasa sayang. Jika cinta dapat hilang dalam sekejap, maka sayang tak pernah pudar sebesar apa pun penyangkalan yang kita lakukan. Dalam kehidupan manusia, cinta sering direfleksikan dalam bentuk dan tujuan yang beragam. Ada dua bentu cinta, yaitu dinta ilahi dan cinta birahi.
Cinta Ilahi atau cinta karena Allah adalah kecintaan kita pada Allah SWT, Rasulullah SAW, dan cinta kepada apa yang dicintai oleh Allah dan Rasulullah. Contoh cinta ini adalah cinta kepada Rasulullah, kepada orang tua, guru, kepada orang yang lebih muda dan sebagainya. Cinta berahi atau cinta karena manusia adalah cinta yang mengandung dosa karena didasari hawa nafsu. Hawa nafsu ini merupakan dorongan iblis dan setan. Contoh cinta birahi adalah cinta pada lawan jenis yang bukan muhrim dan didasari nafsu. Cinta seperti ini biasanya disertai keinginan yang kuat untuk memiliki pasangannya dan selanjutnya ingin berdua-duaan, saling pandang, bersentuhan, dan kegiatan-kegiatan yang tentunya menyia-nyiakan waktu. Na’udzubillah min dzalik.
Dalam pemahaman cinta Ilahi, jika di antara kita mencintai orang lain karena Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan mengarahkan cinta itu sebagai media efektif untuk saling memperbarui dan saling intropeksi diri. Mereka akan sama-sama menilai sudah sejauh mana pengabdian mereka kepada Allah. Cinta seperti ini akan berujung pada kepatuhan total dan ketundukkan halus, bahwa apa yang dilakukannya semata-mata karena pembuktian-Nya kepada Allah.
Sedangkan dalam pemahaman cinta birahi, jika ada di antara kita yang mencintai orang lain karena manusia, maka akan banyak persoalan serius yang timbul dalam hidupnya. Cinta karena manusia sifatnya singkat karena cinta model ini biasanya muncur karena dorongan material-material dan hawa nafsu belaka. Dua hal inilah yang sering membuat manusia lalai dalam kenikmatan duniawi. Hubbud dunya wakarobatul Akhirah.
Pergaulan hidup juga mesti dilandasi cinta. Dengan cinta, kehidupan akan berjalan harmonis dan langgeng. Cinta yang diajarkan Rasulullah SWT adalah cinta yang berujung pada keabadian , karena Allah sendiri adalah zat yang abadi dan tidak pernah rusak. Keabadian, keharmonisan, dan kesejahteraan umat manusia akan tercapai jika yang ada pada diri manusia ditujukan semata-mata karena Allah SWT. Bahkan Allah sendiri berkata bahwa Dia tidak akan pernah mendahulukan amarah-Nya. Cinta Allah yang menyebar di alam smesta ini yang menjadi bukti bahwa keharmonisan itu benar-benar terjadi.
Seseorang yang tidak melakukan cinta sesuai ajaran-Nya tidak akan berhasil mendapatkan cinta Allah. Model cinta yang Allah ajarkan adalah cinta tertinggi karena berakibat pada kebahagiaan abadi di akhirat, ia juga akan berimbas pada kehidupan dunia. Oleh karena itu, awali rasa cinta kita hanya kepada Allah…